Masyaalloh, Allohu Akbar
Kata itulah yang terucap ketika pertama kali kumelihat indahnya bentang garis laut Gunung Kidul Yogyakarta. Rasanya 3 jam perjalanan yang Kami tempuh dari Kali urang serta rasa lelah karena belum beristirahat setelah menempuh perjalanan menggunakan kereta api dari Tasikmalaya selama 5 jam menuju stasiun Yogyakarta rasanya terbayarkan dengan keindahan pantai Gunung Kidul ini. Langit biru cerah serta deburan ombak yang dahsyat menjadi ciri khas pantai laut selatan tak menyurutkan kami untuk dapat menikmati keindahan pantai Gunung Kidul. Walaupun tersiar kabar sepanjang pesisir laut selatan Pulau Jawa sedang tidak bersahabat. Air laut pasang yang mengakibatkan banjir rob melanda hampir di semua pesisir Laut Selatan Pulau Jawa. Ya kami melihatnya dari atas tebing, ujung ombak seakan menjilat-jilat ingin sampai di atas tebing tempat kami menikmati keindahan pantai yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia ini.
Salah satu tempat wisata yang instagramable yang kami kunjungi jauh dari hiruk pikuk perkotaan bahkan menjadi buruan orang kota yaitu objek wisata Heha Ocean View. Ya kami berdelapan, Ibu-ibu kompleks yang ingin berwisata, melepas penat dari keseharian kami sebagai ibu rumah tangga sengaja memilih akhir pekan agar pekerjaan rumah bisa ditangani oleh suami. Maafkan kami ya Pak, dua hari kok dari 365 hari di tahun ini.
Betapa bahagianya kami, seolah tak memiliki beban pikiran keseharian mengurus rumah tangga. Anak-anak di rumah pun sepertinya paham ibu mereka memerlukan waktu untuk berlibur bersama teman-temannya, me time, istilah kekiniannya.
Terdapat dua tempat wisata baru yang menyuguhkan panorama alam Gunung Kidul, Heha Ocean View dan Heha Sky View. Dari namanya saja sudah terlihat bahwa Heha Ocean View menyuguhkan keindahan panorama laut. Walaupun sulit untuk sampai di Heha Ocean View, namun tak pernah gagal menyuguhkan keindahan. Itulah yang kami alami, panorama laut yang indah yang dinikmati dari atas bukit serta terdapat berbagai spot foto yang menarik. Salah satu spot foto terfavorit adalah Santorini yang mengadopsi bangunan yang berada di Santorini, Spanyol. Bersiap-siaplah untuk mengantri bila datang di waktu libur. Tak kami lewatkan berfoto bersama, selfie di setiap spot foto yang tentunya tidak terlalu lama mengantri.
Hanya dengan mengeluarkan uang dari Rp 10.000-20.000 kita bisa berfoto di spot yang sangat menarik dengan latar laut lepas. Namun bersiaplah perjalanan menuju area ini harus di tempuh dengan berjalan kaki. Walau seperti itu pengelola menyediakan kendaraan menuju area utama dan tentunya gratis. Bila tak ingin berjalan kaki dari tempat parkir terdapat ojeg yang akan mengantarkan sampai loket.
Kami tiba sekitar pukul 12 siang, saat cuaca sedang panas-panasnya. Tak ayal membuat kami mencari tempat untuk berteduh karena kami datang di waktu yang tidak tepat. Sebuah resto di atas bukit batu menjadi tempat kami menikmati makan siang dan menunggu matahari tidak terlalu panas. sebuah resto yang bersebelahan dengan Heha Ocean View menyajikan menu yang cukup variatif. Menu utamanya adalah nasi goreng dengan varian rasa dan topingnya.
Matahari sudah agak teduh di pukul 14.30 kami langsung menuju bukit Heha Ocean View. Dengan berjalan kaki kami menaiki dan menuruni jalan karena kontur jalan yang naik turun. Rasa kagum dan ucapan syukur tak henti kami panjatkan karena pemandangan yang begitu indah. Samudera Hindia yang terbentang luas seakan di sanalah ujung dunia. Biru laut, deburan ombak, serta birunya langit berbaur dalam sebuah simfoni alam maha agung ciptaan Sang Maha Kuasa Alloh SWT. Matahari di senja hari menambah syahdu suasana, langit jingga dan hembusan angin laut sore menjadi tanda perpisahan kami dengan bukit batu pesisir laut pantai selatan.





